MENU Rabu, 04 Mar 2026
x

Masyarakat dan Tokoh Lokal Soroti Operasi Pelabuhan Tikus di Sekitar Telaga Punggur: Dinilai Lemahnya Pengawasan dan Penindakan

waktu baca 2 menit
Jumat, 19 Des 2025 10:08 52 Redaksi Dua

Focusitm.news | Barelang – Sejumlah tokoh masyarakat dan elemen lokal di Kota Batam menyampaikan sorotan serius terkait maraknya aktivitas pelabuhan tikus yang beroperasi tidak jauh dari pos-pos petugas di sekitar wilayah Telaga Punggur, Kecamatan Nongsa. Fenomena ini dinilai mencerminkan lemahnya pengawasan dan penindakan aparat terhadap jalur pelayaran tidak resmi yang digunakan untuk mobilisasi barang dan kegiatan di perairan tersebut.

Berdasarkan informasi yang berkembang di masyarakat, pelabuhan tikus tersebut beroperasi secara bebas tanpa hambatan yang berarti meskipun keberadaannya cukup dekat dengan pos-pos pengawasan aparat. Keberadaan posisi pelabuhan tikus yang relatif dekat dengan pos petugas dipandang oleh sejumlah tokoh warga sebagai indikasi bahwa pengawasan terhadap jalur tidak resmi ini kurang optimal.

Sejumlah warga dan pengamat juga menyampaikan keprihatinan atas aktivitas bongkar muat barang yang dilakukan melalui pelabuhan tikus tersebut. Mereka menilai bahwa kegiatan ini berpotensi menjadi pintu masuk atau keluar berbagai komoditas secara ilegal, yang pada akhirnya bisa merugikan perekonomian daerah maupun negara. Beberapa laporan lokal sebelumnya bahkan menyebutkan dugaan arus keluar barang seperti rokok, sembako, minuman beralkohol, serta barang lain melalui jalur pelabuhan tikus tersebut tanpa melalui proses pengawasan yang memadai oleh otoritas terkait.

Aktivitas pelabuhan tikus seperti itu dinilai bukan hanya sekadar persoalan skala kecil, namun juga mencerminkan tantangan serius bagi penegak hukum dan otoritas pengawasan di wilayah Batam. Dugaan kelemahan dalam pengawasan dan penindakan terhadap jalur pelabuhan tidak resmi tersebut menjadi perhatian warga karena berpotensi menimbulkan kerugian negara yang tidak sedikit, terutama jika praktik ilegal ini terus berlanjut tanpa tindakan tegas dari aparat.

Tokoh masyarakat yang mengikuti perkembangan situasi ini menekankan bahwa pengawasan terhadap jalur laut informal seperti pelabuhan tikus tidak boleh hanya sebatas ketidakhadiran fisik petugas di lokasi. Mereka berharap adanya upaya kolaboratif yang lebih kuat antara instansi pengawasan terkait, termasuk kepolisian, pihak Bea dan Cukai, serta instansi teknis lain, untuk mengoptimalkan pengawasan, penindakan, dan penertiban terhadap operasi pelabuhan tidak resmi.

Sorotan ini muncul di tengah upaya pemerintah dan penegak hukum yang terus memperketat pengawasan di pelabuhan resmi serta jalur laut lainnya, terutama menjelang momen Natal dan Tahun Baru, ketika pergerakan barang dan orang meningkat secara signifikan. Masyarakat berharap semua pihak terkait dapat mengambil langkah konkrit untuk mencegah praktik ilegal yang dapat merugikan ekonomi daerah dan negara, sekaligus menjaga ketertiban serta keamanan di wilayah perairan Kota Batam. (NSH)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x