
Focusitm.news | Bintan – Komunitas Padat Karya KOMPAK Bintan Bersatu Kabupaten Bintan menggelar kegiatan sunatan massal bagi anak-anak warga Bintan Utara dan sekitarnya. Kegiatan sosial tersebut dilaksanakan di Tanjung Uban sebagai bentuk nazar, rasa syukur, serta kepedulian sosial atas terbentuknya legalitas organisasi KOMPAK Bintan Bersatu.

Sunatan massal ini diikuti oleh 12 orang anak dari berbagai wilayah di Bintan Utara. Sejak pagi, kegiatan mendapat sambutan hangat dan antusias dari masyarakat setempat. Usai menjalani proses sunat, seluruh peserta menerima bingkisan berupa parcel dan sarung yang disiapkan oleh panitia sebagai bentuk perhatian dan dukungan moral.
Ketua KOMPAK Bintan Bersatu, Betty Kuswidiastuti, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan program sosial perdana yang dilaksanakan setelah komunitas tersebut resmi terbentuk.
“KOMPAK akan terus bersinergi dan bergerak dalam kegiatan-kegiatan positif. Sunatan massal ini menjadi langkah awal agar masyarakat mengetahui keberadaan KOMPAK di Kabupaten Bintan. Kami berharap ke depan KOMPAK dapat diterima dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Betty Kuswidiastuti.

Kegiatan sunatan massal tersebut dilaksanakan di kediaman salah satu anggota KOMPAK Bintan Bersatu, Andra Habiebie, yang berlokasi di Jalan Kamboja, RT 002 RW 01, Kelurahan Tanjung Uban Selatan. Pelaksanaan kegiatan ini juga mendapat respons positif dari masyarakat sekitar yang mengapresiasi kepedulian sosial KOMPAK terhadap warga.
Dalam pelaksanaannya, KOMPAK Bintan Bersatu bekerja sama dengan praktisi sunat dari Asosiasi Praktisi Pesunat Modern Indonesia (APPMI) Kepulauan Riau, sehingga seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan sesuai standar kesehatan.
Melalui kegiatan ini, KOMPAK Bintan Bersatu berharap dapat terus berkontribusi secara nyata bagi masyarakat, khususnya di wilayah Tanjung Uban dan Kabupaten Bintan secara umum.
“Kami berharap KOMPAK Bintan Bersatu dapat terus berbuat hal-hal yang berguna dan bermanfaat bagi masyarakat luas, terutama bagi warga Tanjung Uban,” tutup Betty Kuswidiastuti.(NSH)

Tidak ada komentar