x

Negara Dijarah Diam-diam! Pabrik Rokok HD–T3–OFFO Diduga Produksi Ratusan Ribu Bungkus Sehari di Batam

waktu baca 3 menit
Rabu, 25 Mar 2026 19:02 70 Redaksi Dua

Focusitm.news | 25 Maret 2026

Aroma busuk dugaan pelanggaran hukum kembali menyeruak dari kawasan Eksekutif Industrial Park. Di balik pagar tinggi, sistem keamanan berlapis, dan akses yang dijaga ketat, sebuah aktivitas produksi rokok yang diduga ilegal disebut berjalan nyaris tanpa hambatan—seolah kebal terhadap hukum dan pengawasan negara.

Ini bukan sekadar isu liar. Ini alarm keras yang mengguncang nalar publik.
Informasi yang dihimpun dari sumber internal terpercaya menggambarkan sebuah sistem operasi tertutup yang terorganisir rapi—seolah dirancang untuk menghindari pengawasan pihak luar. Aktivitas di dalam kawasan tersebut disebut sangat terkendali dan nyaris tidak memberi ruang bagi kebocoran informasi.

 

“Tidak ada kebebasan di dalam. Ponsel dilarang total. Keluar masuk diawasi ketat. Ini seperti benteng tertutup—bukan pabrik biasa,” ungkap sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Situasi ini memunculkan kecurigaan serius bahwa aktivitas produksi yang berlangsung bukan sekadar kegiatan industri normal, melainkan sebuah operasi yang diduga disusun secara sistematis untuk menutup rapat informasi dari publik maupun aparat pengawas.

Operasi Senyap, Dugaan Terstruktur

Pabrik yang diduga memproduksi rokok merek HD, T3, dan OFFO tersebut disebut-sebut berkaitan dengan PT Adhi Mukti Persada. Sistem operasionalnya terlihat sangat disiplin dan tertutup.
Akses dibatasi ketat.
Informasi dikunci.

Aktivitas produksi nyaris tak terlihat dari luar.
Semua pola ini memunculkan satu pertanyaan besar: apakah sistem tertutup ini sengaja dibangun untuk menghindari kewajiban hukum—terutama terkait kewajiban cukai negara?

Produksi Fantastis, Skala Industri Raksasa

Data internal yang diperoleh menunjukkan angka produksi yang mencengangkan.
HD
* 1 shift: 180 steam
* 1 steam: 80 slop
* 2 shift: 28.800 slop per hari
T3
* 1 shift: 200 steam
* 1 steam: 80 slop
* 2 shift: 32.000 slop per hari
Total produksi:
* ±60.800 slop per hari
* Setara dengan ±608.000 bungkus rokok setiap hari
Jumlah ini bukan sekadar produksi kecil-kecilan. Ini skala industri raksasa yang beroperasi secara senyap di balik tembok kawasan industri.

Dugaan Kerugian Negara Nyaris Rp1 Miliar Sehari

Jika diasumsikan rata-rata cukai sekitar Rp1.500 per bungkus, maka potensi kerugian negara yang muncul dari produksi tersebut sangat mencengangkan.
Per hari:
Rp912.000.000
Per bulan:
Lebih dari Rp27 miliar
Angka ini baru berasal dari satu lokasi yang terungkap.
Pertanyaannya kini semakin mengerikan:
berapa banyak “pabrik senyap” lain yang mungkin masih beroperasi tanpa tersentuh?

Tamparan Keras untuk Sistem Pengawasan

Jika dugaan ini benar, maka kasus ini bukan sekadar pelanggaran biasa.
Ini adalah tamparan keras bagi sistem pengawasan industri dan cukai.
Bagaimana mungkin produksi sebesar ini dapat berlangsung di kawasan industri resmi tanpa terdeteksi?
Apakah pengawasan memang lemah?
Atau justru ada pembiaran yang selama ini tidak tersentuh?

Jika fakta ini terbukti, maka kawasan industri yang seharusnya menjadi pusat aktivitas legal justru berpotensi berubah menjadi zona abu-abu bagi praktik industri bayangan.

Desakan Investigasi Total

Kasus ini tidak boleh berhenti sebagai isu di permukaan.
Aparat penegak hukum, khususnya Bea Cukai dan otoritas terkait, didesak untuk
segera melakukan langkah tegas:

* melakukan investigasi menyeluruh
* membongkar rantai produksi dan distribusi
* mengaudit legalitas operasional secara transparan
* menindak tegas jika ditemukan pelanggaran hukum

Karena jika praktik seperti ini benar terjadi dan dibiarkan, maka pesan yang sampai ke publik sangat berbahaya:
bahwa hukum bisa dilangkahi—
selama pelanggaran dilakukan di balik tembok tinggi dan sistem tertutup.
Dan jika itu terjadi, yang dipertaruhkan bukan hanya cukai negara.
Tetapi juga kepercayaan terhadap hukum itu sendiri. (FM)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x