
Focusitm.news | Bintan – Upaya pemulangan warga Bintan Utara dari luar negeri kembali membuahkan hasil. Aliansi Masyarakat Bintan Bagian Utara bersama sejumlah pihak terkait berhasil memfasilitasi kepulangan seorang warga Tanjung Uban dari Negara Kamboja melalui jalur deportasi mandiri.

Warga tersebut diketahui bernama Diah Ayu Retno (26), warga Kampung Baru, Perumahan Telaga Surya, Tanjung Uban, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Setelah kurang lebih sembilan bulan berada di Kamboja, Diah akhirnya kembali ke tanah air dengan selamat pada Minggu, 28 Desember 2025.
Keberhasilan pemulangan ini tidak terlepas dari sinergi dan upaya berbagai pihak, di antaranya Yayasan Embun Pelangi Batam, BP3MI, serta Aliansi Masyarakat Bintan Bagian Utara yang secara aktif melakukan pendampingan dan koordinasi sejak awal proses.
Setibanya di Tanjung Uban, Diah disambut dengan penuh haru oleh kedua orang tuanya. Turut hadir dalam penyambutan tersebut perwakilan Yayasan Embun Pelangi Batam Etia Resti, perwakilan BP3MI Ketut, Ketua Aliansi Masyarakat Bintan Bagian Utara Syamsuddin AT beserta Wakil Ketua Ramlan, serta perwakilan Polsek Bintan Utara IPTU Catur Nugraha.

Ketua Aliansi Masyarakat Bintan Bagian Utara, Syamsuddin AT, menyampaikan bahwa pihaknya merasa terpanggil untuk membantu sesama warga yang mengalami kesulitan di luar negeri.
“Sebagai sesama masyarakat Tanjung Uban, kami merasa memiliki tanggung jawab moral untuk membantu saudara kita yang sedang kesusahan. Dengan berbagai upaya dan koneksi, serta dukungan Yayasan Embun Pelangi Batam, akhirnya kami diberi jalan sehingga Diah bisa dipulangkan dari Kamboja ke Tanjung Uban,” ujar Syamsuddin AT.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam proses pemulangan tersebut, seraya berharap kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu. Semoga ke depan tidak ada lagi warga kita yang mengalami kasus seperti ini,” tambahnya.
Dalam keterangannya, Diah mengungkapkan bahwa dirinya berangkat ke Kamboja bersama seorang temannya dengan harapan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik demi memperbaiki kondisi ekonomi keluarga. Namun realitas yang dihadapi tidak sesuai dengan harapan, sehingga ia memutuskan untuk kembali ke Indonesia. Proses kepulangan tersebut sempat terkendala, salah satunya terkait biaya perjalanan dari Kamboja ke Indonesia.
Selama berada di Kamboja kurang lebih sembilan bulan, Diah mendapatkan bantuan dan pendampingan dari Yayasan Embun Pelangi serta Konsulat Republik Indonesia di Kamboja.
Sementara itu, Wakil Ketua Aliansi Masyarakat Bintan Bagian Utara, Ramlan, menjelaskan bahwa proses pemulangan dari Kamboja ke Jakarta membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
“Biaya pemulangan cukup besar dan kami menghimpunnya melalui donasi mandiri, salah satunya dari grup WhatsApp anak-anak Tanjung Uban. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu hingga akhirnya Diah bisa kembali pulang dengan selamat,” ungkap Ramlan.
Keberhasilan ini menjadi bukti kepedulian dan solidaritas masyarakat Bintan Utara dalam membantu sesama, sekaligus pengingat pentingnya kewaspadaan dalam menerima tawaran kerja ke luar negeri.(NSH)

Tidak ada komentar