Focusitm.news | Bintan – Masyarakat nelayan Tanjung Talok, Desa Teluk Sasah, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan, menggelar pertemuan dan silaturahmi bersama di balai pertemuan Kampung Tanjung Talok, Rabu, 15 Januari 2025. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi para nelayan untuk saling bertukar pikiran terkait hasil tangkapan ikan serta keselamatan saat melaut.

Dalam pertemuan tersebut, para nelayan juga membahas persoalan dugaan pencemaran laut akibat limbah bahan berbahaya dan beracun yang sempat mencemari perairan dan pesisir Tanjung Talok beberapa waktu lalu. Isu ini menjadi perhatian serius karena dinilai berdampak langsung terhadap ekosistem laut dan mata pencaharian nelayan setempat.
Masyarakat nelayan menyatakan komitmen untuk tetap solid dan bersama-sama menjaga ruang laut serta pesisir Tanjung Talok dari ancaman pencemaran limbah kapal yang dikhawatirkan terus berulang. Mereka menilai perlindungan laut menjadi tanggung jawab bersama demi keberlangsungan sumber daya perikanan.
Salah seorang nelayan, Wahyudi Nor Amin, menekankan pentingnya menjaga kelestarian laut agar hasil tangkapan seperti ikan, cumi, udang, gonggong, kepiting, dan kerang tetap tersedia. Ia juga menegaskan bahwa kekompakan antar nelayan menjadi kunci dalam menyikapi berbagai persoalan yang terjadi di wilayah perairan mereka.

Menurutnya, persatuan dan satu suara akan memperkuat posisi nelayan dalam menjaga laut dan pantai yang menjadi sumber utama penghidupan masyarakat Tanjung Talok. Ia berharap kebersamaan tersebut terus terjaga dan tidak terpecah oleh perbedaan kepentingan.
Selain itu, para nelayan juga berharap aparat penegak hukum dapat bertindak tegas dan responsif dalam menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait dugaan pencemaran limbah. Mereka menginginkan ke depan tidak ada lagi aktivitas yang mencemari laut dan pantai Tanjung Talok, sehingga lingkungan pesisir tetap terjaga dan aman bagi generasi mendatang. (NAY)







Tidak ada komentar