
Focusitm.news | Batam – Polda Kepulauan Riau menghadiri kegiatan Penutupan Kampanye 24 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Tahun 2025 yang diselenggarakan di Wisma PIH Batam Centre, Kamis (18/12/2025). Kegiatan ini menjadi penanda berakhirnya rangkaian kampanye sekaligus penguatan komitmen bersama dalam upaya perlindungan perempuan dan anak di wilayah Provinsi Kepulauan Riau.

Kehadiran Polda Kepri dalam kegiatan tersebut merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam mendukung pencegahan dan penanganan berbagai bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta memperkuat sinergi lintas sektor antara aparat penegak hukum, pemerintah, dan elemen masyarakat.
Sejumlah tokoh dan perwakilan instansi turut hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Ketua Jaringan Safe Migran Peduli Perempuan dan Anak Pendeta Musa Mau, M.Pd., Kabidhumas Polda Kepri Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, S.H., M.Si., Waka III BKOW Provinsi Kepri Ibu Ika Lasdiana Wati, S.I.P., Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kepri AKBP Andika Aer, S.I.K., M.H., Ketua KKPPMP Romo Crisantus Paskalis Saturnus, S.H., Kepala BP3MI Kepri Kombes Pol Imam Riyadi, S.I.K., M.H., Komisioner Komnas Perempuan RI Bidang Pekerja Perempuan Dr. Devi Rahayu, Sudirman Latief selaku perwakilan Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial, serta Kharisma Rukmana selaku Kepala Seksi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam.
Dalam sambutannya yang mewakili Wakapolda Kepri Brigjen Pol Dr. Anom Wibowo, S.I.K., M.Si., Kabidhumas Polda Kepri Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, S.H., M.Si., menegaskan bahwa Kampanye 24 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk peneguhan komitmen bersama bahwa segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan pelanggaran terhadap nilai-nilai kemanusiaan yang tidak dapat ditoleransi.

“Kekerasan terhadap perempuan dan anak, baik fisik, psikis, seksual, maupun kekerasan berbasis digital, masih menjadi tantangan nyata di tengah masyarakat. Oleh karena itu, pencegahan dan penanganannya membutuhkan kolaborasi aktif seluruh elemen, mulai dari keluarga, masyarakat, dunia pendidikan, media, hingga aparat penegak hukum, guna menciptakan lingkungan yang aman dan berkeadilan,” tegas Kabidhumas Polda Kepri.
Lebih lanjut disampaikan bahwa momentum penutupan kampanye ini harus dimaknai sebagai awal dari komitmen berkelanjutan dalam upaya perlindungan perempuan dan anak. Nilai-nilai kesetaraan, penghormatan terhadap martabat manusia, keberanian untuk melapor, serta keberpihakan kepada korban diharapkan terus diwujudkan dalam sikap, kebijakan, dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya selama 24 hari kampanye berlangsung, tetapi secara berkesinambungan.
Polda Kepri juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berperan aktif dan berkontribusi dalam menyukseskan Kampanye 24 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Tahun 2025.
“Diharapkan sinergi dan kolaborasi yang telah terbangun dapat terus diperkuat guna mewujudkan lingkungan yang aman, inklusif, dan ramah bagi perempuan dan anak, serta mendorong lahirnya generasi yang berkarakter, berdaya, dan bebas dari kekerasan,” tutup Kabidhumas Polda Kepri Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, S.H., M.Si. (NSH)

Tidak ada komentar