x

Karhutla Hanguskan 50 Hektare Lahan di Natuna, Bupati Turun Tangan Bantu Petani

waktu baca 2 menit
Rabu, 25 Mar 2026 11:36 30 Redaksi Dua

Focusitm.news| Kebakaran hutan dan lahan seluas 50 hektare di Jalan Poros Batubi–Kelarik, Desa Gunung Putri, Kecamatan Bunguran Batubi, masih menyisakan kepulan asap hingga Selasa (24/3/2026). Musibah ini memicu duka mendalam warga, khususnya petani yang kehilangan mata pencaharian. Kelompok tani setempat mengalami kerugian terbesar akibat kebun nanas mereka yang nyaris panen turut ludes terbakar. Menindaklanjuti laporan, Bupati Natuna Cen Sui Lan bersama Wakil Bupati Jarmin Sidik langsung meninjau lokasi dan menyusuri area yang masih diselimuti asap tebal. Ia menyatakan keprihatinan mendalam karena kebakaran ini tak hanya merusak lahan, tapi juga memupus harapan hidup masyarakat.

Hingga Selasa (24/3/2026), asap masih membubung di kawasan Jalan Poros Batubi–Kelarik, Desa Gunung Putri, usai peristiwa karhutla yang melahap sekitar 50 hektare lahan. Bencana ini menyisakan kesedihan mendalam, terutama bagi para petani yang kehilangan sumber pendapatan. Salah satu dampak paling menyakitkan adalah hangusnya kebun nanas milik kelompok tani setempat yang sudah memasuki masa panen. Pemerintah daerah bergerak cepat; Bupati Cen Sui Lan dan Wakil Bupati Jarmin Sidik langsung terjun ke lokasi untuk melihat langsung kondisi di tengah kepulan asap. Melihat hamparan lahan gosong dan tanaman yang terbakar, Bupati mengungkapkan rasa prihatinnya karena kebakaran ini menghanguskan lebih dari sekadar tanaman, tetapi juga mimpi dan nafkah warga.

Bupati Natuna, Cen Sui Lan, menyatakan keprihatinan mendalam pascakebakaran hutan dan lahan yang menghanguskan 50 hektare di Desa Gunung Putri. Dalam peninjauan langsung bersama Wakil Bupati Jarmin Sidik, ia menyoroti nasib petani yang kebun nanasnya ludes sebelum sempat dipanen. “Ini bukan hanya soal lahan terbakar, tetapi juga hilangnya harapan dan sumber penghidupan masyarakat,” ujarnya di lokasi yang masih diselimuti asap pada Selasa (24/3/2026). Peristiwa tersebut meninggalkan duka mendalam bagi warga yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian setempat.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x