x

Ekonomi Kepri Tumbuh 7,89%, Karimun Didorong Jadi Simpul Maritim dan Industri Bernilai Tambah

waktu baca 2 menit
Sabtu, 9 Mei 2026 12:35 22 Redaksi Dua

Focusitm.news | Karimun, Kepala Bappeda Provinsi Kepulauan Riau, Aries Fhariandi, menyampaikan arahan kebijakan pembangunan dalam acara Pembukaan Musrenbang RKPD Kabupaten Karimun Tahun 2027 yang digelar pada Kamis (26/2/2026). Kegiatan ini menjadi momen penting untuk menyelaraskan rencana pembangunan Kabupaten Karimun dengan target yang tercantum dalam RPJMD Provinsi Kepri 2025–2029.

Dalam paparannya, Aries mengungkapkan bahwa Provinsi Kepri menghadapi berbagai tantangan global berat sepanjang tahun terakhir, seperti perlambatan ekonomi dunia, fragmentasi perdagangan, tekanan inflasi bahan pangan, serta dampak perubahan iklim di wilayah kepulauan.

Meski demikian, kinerja makro Kepri menunjukkan hasil positif. Pada triwulan IV tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Kepri mencapai 7,89%, menjadikannya yang tertinggi di Sumatera dan peringkat ke-4 secara nasional. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2025 tercatat 80,53 (kategori “Sangat Tinggi”) dengan peringkat ke-3 nasional. Angka kemiskinan juga turun menjadi 4,26%, terendah di Sumatera dan ke-4 terendah di Indonesia.

Tema pembangunan Kepri tahun 2027 adalah “Pengembangan Potensi Perekonomian Daerah dan Sumber Daya Manusia Berkualitas dan Berkarakter, Didukung Pelayanan Publik yang Bermutu.”

Sebagai bagian dari Kepri, Kabupaten Karimun diharapkan berkontribusi nyata terhadap capaian provinsi. Target indikator makro untuk Karimun pada 2027 berdasarkan RPJMD Kepri 2025–2029 antara lain:

· Pertumbuhan ekonomi: 5,60%–6,60%
· PDRB per kapita: Rp76,95–80,59 juta
· IPM: 76,15
· Tingkat kemiskinan: 4,08%–4,99%
· Tingkat Pengangguran Terbuka: 5,46%–5,77%
· Indeks Daya Saing Daerah (IDSD): 3,82
· Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Daerah (IKLHD): 74,12

Arah kebijakan kewilayahan bagi Karimun mencakup:

· Peningkatan aktivitas ekonomi dan penguatan kawasan industri serta KEK.
· Pengembangan industri halal, pertambangan, industri bernilai tambah tinggi (galangan kapal, hilirisasi alumina, elektronik).
· Pengembangan industri hijau dan transisi menuju Energi Baru Terbarukan (EBT).
· Optimalisasi potensi pariwisata sejarah, religi, kuliner, kesehatan, ekowisata, wisata olahraga, hingga wisata lansia (grey tourism).

Dengan posisi strategis di dekat jalur perdagangan internasional, Karimun dinilai berpeluang besar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi berbasis maritim dan industri bernilai tambah.

Menutup sambutannya, Aries menegaskan bahwa sinkronisasi antara perencanaan kabupaten dan provinsi sangat kunci. Tujuannya agar pembangunan 2027 tidak hanya menghasilkan angka pertumbuhan, tetapi juga mewujudkan pemerataan, peningkatan kualitas hidup, serta ketahanan daerah dalam menghadapi dinamika global.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x