
Focusitm.news| PT PLN Batam baru saja menerima penghargaan TOP CSR Awards 2026 dengan kategori Bintang 4 serta gelar TOP Leader on CSR Commitment 2026. Meskipun begitu, berbagai masalah internal dan keluhan pelanggan yang sempat muncul masih menjadi perhatian masyarakat dan memicu pertanyaan seputar tata kelola perusahaan.

Penghargaan tersebut diumumkan melalui berbagai publikasi perusahaan dan media pada Mei 2026. Pihak manajemen menyatakan bahwa penghargaan ini diberikan atas dedikasi perusahaan dalam menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) serta penerapan prinsip keberlanjutan.
Namun di sisi lain, pernyataan Direktur Utama PLN Batam, Kwin Fo, sebelumnya mengungkap adanya dugaan mark-up pengadaan alat dan kontrak jual beli listrik yang berpotensi merugikan perusahaan. Bahkan, temuan tersebut rencananya akan dilaporkan ke aparat penegak hukum.
Pernyataan itu memicu pertanyaan tentang kondisi tata kelola perusahaan. Sebab, dalam konsep ESG (Environmental, Social, and Governance) yang menjadi tolok ukur CSR modern, aspek tata kelola memiliki bobot penting selain program sosial dan lingkungan.

Selain itu, beberapa waktu lalu pelanggan juga mengeluhkan gangguan layanan listrik. Pemadaman selama beberapa jam di kawasan Botania sempat menyita perhatian publik dan berdampak pada aktivitas rumah tangga maupun usaha kecil. Pelaku UMKM mengaku operasionalnya terganggu, mulai dari proses produksi hingga pelayanan konsumen, sebelum listrik kembali menyala.
Sementara itu, publikasi tentang penghargaan CSR lebih banyak menyoroti keberhasilan program sosial perusahaan. Namun rincian seperti total anggaran CSR, jumlah penerima manfaat, indikator keberhasilan, hingga audit dampak program belum dipublikasikan secara terbuka.
Belakangan diketahui bahwa penilaian penghargaan CSR nasional tidak hanya melihat kegiatan sosial, tetapi juga mulai mengarah pada integrasi keberlanjutan bisnis, transparansi, akuntabilitas, serta tata kelola yang baik dalam operasional perusahaan.
Sebagian pengamat menilai bahwa penghargaan korporasi perlu dibaca secara utuh. Pengakuan terhadap program sosial memang penting, tetapi tidak menghilangkan kebutuhan publik akan transparansi pengelolaan perusahaan dan kualitas layanan dasar kepada pelanggan.
Hingga kini, belum ada informasi resmi tentang perkembangan dugaan mark-up yang pernah diungkap oleh pimpinan PLN Batam. Publik juga belum mendapatkan penjelasan rinci mengenai status penanganan temuan tersebut maupun langkah perbaikan yang telah diambil perusahaan.
Sampai berita ini ditulis, PLN Batam masih memiliki kesempatan untuk memberikan klarifikasi terkait perkembangan dugaan penyimpangan, rincian program CSR yang menjadi dasar penghargaan, serta evaluasi atas keluhan layanan pelanggan. Media ini masih terus berupaya melakukan konfirmasi lanjutan kepada pihak PLN Batam demi memperoleh penjelasan yang seimbang dan menyeluruh.

Tidak ada komentar