x

wacana pelabuhan sungai gentong, menjadi pelabuhan rakyat mendapat penolakan dari Nelayan setempat

waktu baca 4 menit
Rabu, 22 Apr 2026 13:41 61 Redaksi Dua

Focusitm.news | ‎Bintan – wacana pengajuan pelabuhan sungai gentong, tanjung uban bintan kepulauan riau, menjadi pelabuhan rakyat mendapat tanggapan yang negatif dari masyarakat nelayan mentigi, senin 20/04/2026, alur sungai yang menjadi alur pelabuhan itu menjadi tempat bergantungnya masyarakat nelayan utk mencari udang dan ikan yang merupakan mata pencaharian masyarakat nelayan setempat.

‎perwakilan nelayan mentigi sekaligus ketua HNSI yakob menjelaskan ”

‎”kami sepakat menolak , kalaulah pelabuhan itu di jadikan pelabuhan rakyat, otomatis akan banyak lagi kapal2 yang ngangkut barang itu lalu lalang, sedangkan yang sekarang saja itu sudah banyak , dan mengganggu kami nyari udang ikan, karena sungai itu banyak udang “.

‎alur pelabuhan sungai gentong selain berdekatan dengan pangkalan TNI AL juga berdekatan dengan pemukiman masyarakat nelayan.

‎ketua KNTI azaman juga mengatakan,

‎” jangan sampai tiba2 izin untuk pelra keluar , dan kami masyarakat nelayan tidak di libatkan, adanya pelabuhan yang sekarang saja sudah banyak nelayan yang minggir , gara2 alur di pakai kapal2 yang masuk ke pelabuhan itu, apalagi kalo jadi pelabuhan resmi berapa banyak lagi kapal2 yang mengganggu nelayan nanti ”

‎Ketua Aliansi Masyarakat Bintan Bagian Utara Syamsuddin AT, menanggapi permasalahan ini, aliansi menolak dengan wacana pelabuhan ilegal menjadi Pelabuhan rakyat di dasari dengan penolakan yang terjadi oleh Nelayan Tanjunguban.

‎saya mewakili aliansi masyarakat, kurang setuju dengan adanya wacana ini, kasihan Nelayan2 ini, blmjadi pelra saja sudah berapa banyak kapal2 itu yang lewat, jelas mengganggu nelayan yang menngantugkan nasibnya di laut, alur itupun alur utk nelayan cari udang dan ikan, kalo jadi resmi ,berapa banyak lagi kapal yang lalu lalang, itu pun yang di untungkan juga pengusaha bukan masyarakat, ”

‎pelabuhan ilegal sungai gentong menjadi pelabuhan rakyat yang akan di ajukan menjadi sorotan di masyarakat tanjunguban ,  bagai buah simalakama, selain sisi oelabuhan sebagai masuknya PAD, tetapi di sisi lain ada masyarakat yang menggantungkan hidupnya di area sungai gentong tersebut.
‎wacana pelabuhan sungai gentong, menjadi pelabuhan rakyat mendapat penolakan dari Nelayan setempat

‎wacana pengajuan pelabuhan sungai gentong, tanjung uban bintan kepulauan riau, menjadi pelabuhan rakyat mendapat tanggapan yang negatif dari masyarakat nelayan mentigi, senin 20/04/2026, alur sungai yang menjadi alur pelabuhan itu menjadi tempat bergantungnya masyarakat nelayan utk mencari udang dan ikan yang merupakan mata pencaharian masyarakat nelayan setempat.
‎perwakilan nelayan mentigi sekaligus ketua HNSI yakob menjelaskan ”

‎”kami sepakat menolak , kalaulah pelabuhan itu di jadikan pelabuhan rakyat, otomatis akan banyak lagi kapal2 yang ngangkut barang itu lalu lalang, sedangkan yang sekarang saja itu sudah banyak , dan mengganggu kami nyari udang ikan, karena sungai itu banyak udang “.

‎alur pelabuhan sungai gentong selain berdekatan dengan pangkalan TNI AL juga berdekatan dengan pemukiman masyarakat nelayan.

‎ketua KNTI azaman juga mengatakan,

‎” jangan sampai tiba2 izin untuk pelra keluar , dan kami masyarakat nelayan tidak di libatkan, adanya pelabuhan yang sekarang saja sudah banyak nelayan yang minggir , gara2 alur di pakai kapal2 yang masuk ke pelabuhan itu, apalagi kalo jadi pelabuhan resmi berapa banyak lagi kapal2 yang mengganggu nelayan nanti ”

‎Ketua Aliansi Masyarakat Bintan Bagian Utara Syamsuddin AT, menanggapi permasalahan ini, aliansi menolak dengan wacana pelabuhan ilegal menjadi Pelabuhan rakyat di dasari dengan penolakan yang terjadi oleh Nelayan Tanjunguban.

‎saya mewakili aliansi masyarakat, kurang setuju dengan adanya wacana ini, kasihan Nelayan2 ini, blmjadi pelra saja sudah berapa banyak kapal2 itu yang lewat, jelas mengganggu nelayan yang menngantugkan nasibnya di laut, alur itupun alur utk nelayan cari udang dan ikan, kalo jadi resmi ,berapa banyak lagi kapal yang lalu lalang, itu pun yang di untungkan juga pengusaha bukan masyarakat, ”

‎pelabuhan ilegal sungai gentong menjadi pelabuhan rakyat yang akan di ajukan menjadi sorotan di masyarakat tanjunguban ,  bagai buah simalakama, selain sisi oelabuhan sebagai masuknya PAD, tetapi di sisi lain ada masyarakat yang menggantungkan hidupnya di area sungai gentong tersebut. (NSH)

Sumber: Nanang

Web: www.focusitm.news

IG: focusitm.news


Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x