x Iklan FocusITM.News

Keraguan Publik Batam: Apakah Ada “Jalur Khusus” bagi Mafia di Jembatan 3 Barelang?

waktu baca 3 menit
Senin, 25 Mei 2026 12:50 62 Febrian Muda

Focusitm.news| Dugaan penyelundupan di sekitar Jembatan 3 Barelang kini tidak lagi sekadar desas-desus. Aktivitas yang terjadi secara terbuka di pelabuhan liar kawasan tersebut membuat masyarakat mulai mempertanyakan dengan lantang: apakah jaringan mafia penyelundupan di Barelang memang sudah begitu kuat, atau justru ada pembiaran yang terstruktur dari pihak yang seharusnya menindak?

Kondisi di lapangan seolah menunjukkan bahwa hukum tidak berlaku di sana. Bongkar muat barang yang diduga ilegal berlangsung bebas, kapal keluar masuk tanpa rasa takut, mobil-mobil box lalu lalang dengan pengawalan ketat, sementara negara seakan hanya menjadi penonton.

Yang paling memicu kemarahan publik, lokasi kegiatan ini tidak jauh dari pos pengamanan. Namun anehnya, aktivitas yang merugikan negara ini tetap berjalan mulus, seolah memiliki “jalur khusus” yang kebal hukum. Muncul pertanyaan keras: bagaimana mungkin kegiatan sebesar ini tidak terdeteksi? Bagaimana pelabuhan liar bisa bertahun-tahun beroperasi tanpa tindakan serius? Dan yang paling penting, apakah ada pihak tertentu yang sengaja menutup mata karena ikut menikmati aliran dana haram dari penyelundupan?

Masyarakat mulai kehilangan kepercayaan pada pengawasan penyelundupan di Batam. Jika tidak ada perlindungan dari oknum, sulit dipercaya aktivitas ilegal di kawasan strategis seperti Barelang bisa bergerak bebas tanpa hambatan.

Situasi di lapangan bahkan digambarkan seperti “wilayah kekuasaan mafia”. Awak media yang melakukan investigasi justru mendapat intimidasi. Seorang yang diduga penjaga pelabuhan liar bertindak arogan, menghadang wartawan, memaksa mengambil ponsel, dan berusaha menghapus dokumentasi.

Tindakan ini menimbulkan dugaan bahwa ada sesuatu yang sangat ingin ditutupi. Keterangan tentang isi muatan pun berubah-ubah: awalnya barang kiriman ekspedisi, lalu berubah menjadi sayur-mayur. Padahal barang yang tersusun rapi di dalam mobil box dinilai tidak mencerminkan pola distribusi kebutuhan pokok biasa.

Publik semakin curiga bahwa pelabuhan liar di Jembatan 3 Barelang bukan sekadar jalur kecil, melainkan diduga menjadi pintu masuk-keluar barang ilegal yang selama ini lolos dari pengawasan. Jika benar, kerugian negara bukan hanya soal pajak dan bea masuk yang hilang, tetapi yang lebih bahaya adalah runtuhnya wibawa hukum di Batam. Ketika mafia penyelundupan bergerak bebas tanpa rasa takut, itu adalah sinyal bahwa negara sedang dipermalukan di depan rakyatnya sendiri.

Sorotan tajam kini tertuju pada instansi terkait, terutama yang memiliki wewenang pengawasan barang ilegal dan aktivitas kepabeanan. Publik menilai alasan “tidak tahu” sudah tidak masuk akal karena praktik di lapangan begitu terbuka.

Banyak pihak mempertanyakan apakah ada “bendera khusus” bagi pemain besar penyelundupan di Barelang, sebab sulit diterima akal jika aktivitas ilegal bisa berjalan lancar tanpa hambatan tanpa adanya dugaan pembiaran atau perlindungan dari oknum tertentu. Jika benar aparat atau oknum instansi terlibat, maka ini bukan sekadar pelanggaran biasa, melainkan pengkhianatan terhadap negara. Di saat rakyat dipaksa taat aturan dan membayar pajak, para mafia justru diduga bebas mengeruk keuntungan lewat jalur ilegal.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tindakan tegas atau penjelasan resmi dari pihak terkait mengenai maraknya dugaan penyelundupan di kawasan Jembatan 3 Barelang. Publik kini menunggu: apakah negara benar-benar hadir memberantas mafia penyelundupan, atau justru mafia telah terlalu nyaman bermain di balik lemahnya pengawasan?

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x Iklan FocusITM.News
x