x Iklan FocusITM.News

PRESS RELEASE Dari Batik Menuju Kemandirian, Lentera Difa Buktikan Penyandang Disabilitas Mampu Berkarya dan Berdaya

waktu baca 3 menit
Selasa, 8 Sep 2026 17:08 46 Sudirman Satyananda

Focusitm.news | 8 September 2026

Bintan, Kepulauan Riau — Dari keterampilan membatik, para anggota Yayasan Lentera Difa membangun jalan menuju kemandirian ekonomi. Beranggotakan penyandang disabilitas dengan beragam kondisi, mulai dari autisme, tuna daksa, tuna rungu hingga tuna grahita, Lentera Difa terus mengembangkan Batik Lentera Difa menjadi usaha produktif yang menghasilkan karya bernilai ekonomi serta memiliki pasar dan jejaring kemitraan yang semakin luas.

Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Bintan Inti Industrial Estate (PT BIIE), Community Development (ComDev) melakukan pendampingan secara bertahap untuk memperkuat kapasitas dan keberlanjutan usaha Lentera Difa. Pendampingan meliputi penguatan kelembagaan, dukungan sarana produksi, pelatihan pengelolaan usaha dan pemasaran, sertifikasi kompetensi, fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI), serta pengembangan akses pasar dan kemitraan. Syafrizan, ComDev Executive PT BIIE, mengatakan, “Pendampingan tidak hanya berupa bantuan, tetapi diarahkan agar kelompok memiliki kapasitas untuk tumbuh dan mengembangkan usahanya secara mandiri dan berkelanjutan.”

Akses pasar Batik Lentera Difa kini semakin terbuka melalui **kerja sama** dengan berbagai hotel berbintang di kawasan pariwisata Lagoi, seperti Banyan Tree Bintan, Holiday Inn, Hotel Indigo, Four Points, dan mitra lainnya. PT Bintan Resort Cakrawala (BRC) turut mendukung dengan memasukkan produk Lentera Difa sebagai bagian dari BRC Official Merchandise, sehingga produk tersebut dapat menjangkau pasar dengan standar pariwisata internasional. Dukungan juga datang dari berbagai pihak di sektor pemerintahan, termasuk Dekranasda, Dinas Pariwisata Kabupaten Bintan, Pemerintah Kabupaten Bintan, dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, yang turut memperkuat promosi dan jejaring Lentera Difa.

Perkembangan Lentera Difa juga mendapat pengakuan melalui berbagai kesempatan. Batik Lentera Difa pernah dipercaya menjadi salah satu perwakilan Provinsi Kepulauan Riau dalam rangkaian Hari Batik Nasional 2023 serta berpartisipasi dalam kegiatan membatik yang mencatatkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI), termasuk kegiatan Yayasan Batik Indonesia (YBI) dalam kategori Membatik Secara Serentak dengan Motif Terbanyak. Rudi, Pembina Yayasan Lentera Difa, dengan keahliannya di bidang batik juga dipercaya menjadi pelatih bagi para pembatik baru di Kabupaten Bintan melalui kegiatan yang difasilitasi oleh Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUPP) Kabupaten Bintan. Hal ini menunjukkan bahwa Lentera Difa tidak hanya berkembang sebagai kelompok usaha, tetapi juga mulai berbagi keterampilan dan memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.

Hasil pemberdayaan tersebut kini terlihat dari capaian nyata. Batik Lentera Difa telah berkembang menjadi usaha yang memiliki legalitas, merek dan sejumlah motif batik yang telah terdaftar sebagai kekayaan intelektual, sertifikasi kompetensi, sarana produksi yang lebih memadai, serta jaringan pemasaran yang semakin luas. Pesanan yang sebelumnya terbatas kini terus berkembang dan mampu menghasilkan omzet hingga puluhan juta rupiah. Lentera Difa juga memperluas usahanya melalui kelas membatik, kegiatan pelatihan, serta pengembangan berbagai produk turunan seperti tas laptop, tas, pouch, tote bag, gantungan kunci, dan kerajinan lainnya. Dari kelompok yang semula membutuhkan pendampingan, Lentera Difa kini terus tumbuh dengan karya, pasar, dan sumber pendapatannya sendiri—sebuah langkah nyata menuju kemandirian penyandang disabilitas yang berkelanjutan. (SS#)

Sumber: NANANG

Sudirman Satyananda

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x Iklan FocusITM.News
x