x

Rupiah Tembus Rp17.926 per Dolar AS, Dipicu Ketegangan Timur Tengah dan Kenaikan Harga Minyak

waktu baca 1 menit
Rabu, 3 Jun 2026 11:50 99 Febrian Muda

Focusitm.news| Nilai tukar rupiah kembali melemah hingga menyentuh level Rp17.926 per dolar Amerika Serikat pada hari ini, Rabu. Menurut pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, tekanan terhadap rupiah disebabkan oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, yang berdampak pada kenaikan harga minyak dunia dan menguatnya posisi dolar AS.

Ibrahim menjelaskan bahwa harga minyak mentah jenis WTI berada di level 94,58 dolar AS per barel, sementara Brent crude oil mencapai 96,72 dolar AS per barel. Selain itu, kegagalan negosiasi antara AS dan Iran serta memanasnya hubungan Iran-Israel turut menambah ketidakpastian pasar global. Kondisi ini memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi dunia, sehingga harga minyak tetap tinggi.

Kenaikan harga energi tersebut berpotensi mempertahankan tekanan inflasi di AS, yang kemudian mendorong bank sentral AS (The Fed) untuk mempertahankan suku bunga tinggi, bahkan kemungkinan menaikkan suku bunga sekali lagi pada tahun 2026. Hal ini disampaikan salah satu pejabat The Fed, Hammack, yang menyebut perlunya tindakan segera jika tren inflasi tidak mereda.

Dari sisi domestik, Ibrahim menambahkan bahwa tingginya harga minyak meningkatkan kebutuhan dolar AS untuk impor energi. Pemerintah diminta memastikan ketersediaan pasokan barang, terutama barang impor yang terdampak fluktuasi nilai tukar, serta memperkuat program bantuan sosial yang tepat sasaran.(FM)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x