
Focusitm.news|Kinerja investasi Kota Batam pada Triwulan I 2026 mencatat lonjakan signifikan. Realisasi investasi mencapai Rp17,48 triliun, melonjak 102,85% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Capaian ini mengukuhkan Batam sebagai salah satu lokomotif utama pertumbuhan investasi di tingkat nasional.

Secara keseluruhan, realisasi investasi nasional pada kuartal pertama 2026 tercatat Rp498,8 triliun, tumbuh 7,2% secara tahunan.
Dari tambahan investasi nasional yang mencapai sekitar Rp33,5 triliun, Batam menyumbang Rp8,86 triliun atau setara 26,5% dari total pertambahan tersebut. Lebih mengesankan lagi, laju pertumbuhan investasi Batam nyaris 14 kali lebih cepat dibandingkan rata-rata pertumbuhan nasional.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyatakan bahwa pencapaian ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelaku usaha terhadap Batam sebagai kawasan strategis Indonesia. Pihaknya berkomitmen terus memperkuat kemudahan berusaha, memberikan kepastian regulasi, mempercepat perizinan, serta membangun infrastruktur agar daya saing iklim investasi semakin meningkat.

Capaian ini juga sejalan dengan arahan Presiden yang menjadikan investasi sebagai motor pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan rakyat.
Senada, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menekankan pentingnya menjaga keberhasilan ini melalui peningkatan kualitas pelayanan, penguatan kolaborasi antarinstitusi, serta penyelesaian cepat dan terukur terhadap berbagai kendala investasi.
Hal ini dinilai krusial untuk memberikan kepastian dan kenyamanan bagi investor. Investasi yang masuk pun diharapkan berdampak nyata pada penciptaan lapangan kerja, peningkatan daya saing industri, dan pertumbuhan ekonomi Batam yang inklusif.
Secara makro, kontribusi besar Batam terhadap investasi nasional menempatkan kawasan ini pada posisi kunci di peta ekonomilllllllllllleputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, menambahkan bahwa sumbangan 26,5% terhadap tambahan investasi nasional menunjukkan efektivitas kebijakan pelonggaran dan stimulus yang diterapkan di Batam. “Batam telah berkembang menjadi pusat eksekusi investasi strategis Indonesia, bukan sekadar kawasan industri,” ujarnya.
Ke depan, BP Batam akan mempercepat implementasi proyek-proyek strategis, mencakup sektor manufaktur berteknologi tinggi, pusat data, kecerdasan buatan (AI), energi, logistik, dan industri hilir bernilai tambah tinggi. Fary optimistis Batam akan terus menjadi destinasi investasi paling kompetitif di Indonesia serta memperkuat posisinya sebagai gerbang investasi kawasan Asia Tenggara.

Tidak ada komentar