x Iklan FocusITM.News

Kapal Kargo Tenggelam di Jalur Tersibuk Dunia, 9 WNI Selamat

waktu baca 2 menit
Senin, 8 Jun 2026 09:18 197 Febrian Muda

Focusitm.news| Sebuah kapal kargo tenggelam di jalur pelayaran tersibuk di dunia pada Jumat malam, 5 Juni 2026. Kapal MV Golden Star 1 dilaporkan hilang di perairan Skema Pemisahan Lalu Lintas (TSS) Selat Malaka dan Selat Singapura. Sebanyak 107 kontainer ikut tercebur dan hanyut, namun seluruh awak kapal selamat. Sembilan awak yang merupakan Warga Negara Indonesia berhasil dievakuasi oleh tim patroli laut dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam.

Kepala KSOP Khusus Batam, M. Takwim Masuku, menyampaikan bahwa laporan pertama diterima pada pukul 21.30 WIB. “Kami segera mengerahkan kapal patroli ke lokasi,” ujarnya dalam konferensi pers pada Sabtu, 6 Juni 2026. Kapal negara KN P-376 bergerak cepat dan tim berhasil mengevakuasi seluruh awak dalam keadaan selamat. Para awak kemudian dibawa ke Dermaga Bintang 99, Batu Ampar, untuk menjalani pemeriksaan kesehatan oleh Balai Kekarantinaan Kesehatan Batam, lalu diserahkan ke Polairud Polresta Barelang Polda Kepri guna pemeriksaan lanjutan di Rumah Sakit Bhayangkara.

Setelah proses penyelamatan, fokus beralih pada kontainer yang hanyut karena jalur TSS merupakan jalur terpadat sehingga kontainer yang lepas dapat membahayakan kapal lain. Takwim mengaku tidak mengetahui isi kontainer tersebut. “Isi kontainer bukan wewenang kami. Kami fokus pada penanganan kontainer yang hanyut demi keselamatan pelayaran di perairan Indonesia,” tegasnya. Ia juga menambahkan bahwa Pemerintah Singapura sedang bekerja di wilayah mereka untuk memeriksa kemungkinan adanya kontainer yang hanyut ke sana. Hingga Sabtu siang, sebagian kontainer telah ditemukan dan diamankan di sekitar Pulau Putri. “Informasi terakhir, sekitar sepuluh kontainer telah diamankan dan dikandaskan di Pulau Putri,” katanya. Takwim berharap kontainer tetap mengapung agar lebih mudah dievakuasi.

KSOP menyatakan belum ada dampak besar terhadap pelayaran atau lingkungan. “Sampai saat ini belum ada dampak signifikan terhadap pelayaran di Indonesia, baik akibat kontainer maupun limbah minyak,” ujar Takwim. Vessel Traffic Service (VTS) Batam terus menyiarkan peringatan navigasi setiap jam melalui VHF Channel 16.

Penyebab tenggelamnya MV Golden Star 1 masih dalam penyelidikan. Indonesia dan Singapura bersama-sama memantau dan mendalami faktor penyebab kecelakaan. Menurut informasi yang dihimpun, MV Golden Star 1 berlayar dari Singapura menuju Pasir Gudang, Malaysia, dan bertolak pukul 19.30 waktu setempat. Di tengah perairan TSS, kapal tiba-tiba miring ke kiri. Awak berusaha memompa air yang masuk, tetapi upaya mereka tidak berhasil. “Kapal terus miring, bahkan sempat menungging sebelum akhirnya tenggelam,” ujar sumber yang mengetahui kronologi kejadian. Sebelum berlayar, kapal dinyatakan layak operasi, dan penyebab pasti tenggelam masih dalam proses penyelidikan. (FM)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x Iklan FocusITM.News
x