x

Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam Berhasil Lampaui Target Investasi 2025

waktu baca 3 menit
Jumat, 12 Jun 2026 16:50 3 Febrian Muda

Focusitm.news| KPBPB Batam mencatatkan pencapaian investasi yang melebihi target tahun 2025, didorong oleh lonjakan investasi di sektor digital dan energi. Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyatakan bahwa capaian ini menunjukkan bahwa Bandar Dunia Madani tengah bertransformasi menjadi pusat ekonomi digital dan energi berkelanjutan di tingkat regional.

Realisasi investasi di Batam sepanjang 2025 mencapai Rp69,30 triliun, melampaui target Rp60 triliun. Hal ini mendorong pertumbuhan ekonomi Batam sebesar 6,76 persen.

“Pencapaian ini bukan sekadar angka. Ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap ekosistem yang sedang kami bangun di Batam,” ujar Amsakar.

Sektor Penyumbang Terbesar

Sektor jasa, yang mencakup digitalisasi, menjadi penyumbang utama dengan realisasi Rp9,99 triliun. Disusul sektor industri mesin, elektronik, dan peralatan listrik sebesar Rp6,08 triliun, serta sektor listrik, gas, dan air yang mencatat investasi Rp5,80 triliun. Angka ini menunjukkan tingginya minat investor terhadap infrastruktur energi, termasuk energi terbarukan.

Secara khusus, realisasi investasi sektor digital mencapai Rp8,557 triliun pada 2025. Pertumbuhan ini ditopang oleh perkembangan Nongsa Digital Park (NDP) sebagai pusat kegiatan teknologi dan pusat data di Batam.

Amsakar menambahkan, kehadiran pusat data dan infrastruktur digital di Batam bukanlah tren sementara. “Nongsa Digital Park menjadi indikator awal yang positif karena menunjukkan adanya minat investasi, kemitraan lintas negara, serta tumbuhnya aktivitas di bidang pusat data, pengembangan teknologi, dan ekonomi digital.”

Penyerapan Tenaga Kerja dan Investasi Asing

Pada triwulan keempat 2025, penyerapan tenaga kerja di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa tercatat 836 orang, dengan dampak tidak langsung yang lebih luas melalui rantai pasok dan layanan pendukung.

Selain Singapura sebagai investor utama, negara-negara seperti Hong Kong, Amerika Serikat, dan Malaysia juga aktif berinvestasi di sektor digital Batam. Menurut Amsakar, daya tarik Batam tidak hanya soal efisiensi biaya.

“Yang lebih kuat adalah kombinasi faktor strategis: kedekatan geografis dengan Singapura, konektivitas yang cepat, dan peluang membangun model operasi lintas batas untuk mendukung kebutuhan regional.”

Energi Hijau Menjadi Prioritas

Di tengah maraknya pusat data yang membutuhkan pasokan listrik besar dan andal, BP Batam mendorong pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan solusi energi hijau sebagai bagian penting dari ekosistem investasi Batam.

Realisasi investasi di sektor listrik, gas, dan air yang mencapai Rp5,80 triliun menunjukkan bahwa infrastruktur energi menjadi prioritas bagi investor, termasuk kebutuhan akan sumber energi bersih dan berkelanjutan untuk mendukung operasional pusat data.

Amsakar menegaskan bahwa BP Batam berkomitmen untuk memastikan pertumbuhan digital tidak mengorbankan keberlanjutan lingkungan. Integrasi energi terbarukan, termasuk PLTS, menjadi peta jalan pengembangan kawasan agar Batam mampu memenuhi standar Environmental, Social, and Governance (ESG) sebagai syarat utama investasi global.

“Transformasi digital kami nyata. Kami (BP Batam) berkomitmen menjadikan Batam sebagai lokasi investasi yang kompetitif, terukur, dan ramah investor, khususnya untuk sektor digital yang berkelanjutan.”

Menghadapi Persaingan Regional

Mengenai kemunculan Johor-Singapore Special Economic Zone (JS-SEZ) yang juga membidik pasar pusat data dan ekonomi digital, Amsakar menolak sudut pandang persaingan.

“Kami melihat ini bukan sekadar kompetisi, melainkan peluang membangun komplementaritas. Singapura kuat sebagai pusat kantor pusat dan layanan global; Johor menawarkan perluasan kapasitas; dan Batam memiliki karakteristik unik seperti kawasan perdagangan bebas dan kawasan ekonomi khusus, ekosistem industri, maritim-logistik, serta kedekatan operasional dengan Singapura.”

Dalam visi BP Batam, kawasan ini dapat membentuk koridor digital dan industri regional yang terintegrasi, di mana pusat data dan aktivitas digital tersebar dalam model jaringan sesuai kebutuhan efisiensi dan operasional bisnis.

Pengembangan Sumber Daya Manusia

BP Batam juga berinvestasi dalam pengembangan sumber daya manusia. Melalui NDP, berbagai program seperti Apple Academy, IBM Hybrid Cloud Academy, RMIT University, dan Epic Games telah hadir untuk mencetak talenta digital lokal.

Selain itu, BP Batam meluncurkan platform MANTAB pada 8 Desember 2025, yaitu sistem pencocokan kerja berbasis digital yang dirancang untuk menghubungkan ketersediaan tenaga kerja dengan kebutuhan industri secara langsung dan terintegrasi.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x