x

Petani Natuna Minta Naikkan Harga Kelapa!

waktu baca 2 menit
Jumat, 3 Jul 2026 23:34 374 Sudirman Satyananda

Focusitm.news | 3 Juli 2026

NATUNA – Keluhan melanda para petani kelapa di wilayah Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, menyusul merosotnya harga jual buah kelapa secara drastis dalam beberapa waktu terakhir.

Para petani lokal kini sangat berharap adanya perhatian dari pihak terkait agar harga komoditas andalan ini dapat merangkak naik demi menyambung napas perekonomian keluarga.

Wardi, seorang petani kelapa asal Kecamatan Bunguran Timur, mengungkapkan rasa resah yang dialami oleh dirinya dan rekan-rekan sesama petani.

Saat di temui tim media ini, ia membeberkan bahwa harga kelapa yang semula berada di angka Rp5.000 per buah, kini anjlok menyentuh angka Rp1.800 per buah.

“Penurunannya sangat jauh dan terasa berat bagi kami. Dengan harga seribu delapan ratus rupiah, pendapatan yang kami terima menjadi tidak sebanding dengan biaya perawatan kebun dan tenaga yang dikeluarkan untuk memanen,” keluh Wardi, saat menyuarakan aspirasinya, Jumat (3/7/2026).

Mewakili suara para petani kelapa di Bunguran Timur, Wardi, menaruh harapan besar agar stabilitas harga pasar kelapa bisa segera membaik.

Pihaknya tidak menuntut harga kembali melonjak tinggi seperti semula, melainkan berharap ada penyesuaian harga yang lebih manusiawi dan menguntungkan kedua belah pihak.

“Harapan besar kami para petani, harga jual buah kelapa ini bisa kembali naik sedikit. Minimal bisa menyentuh angka Rp3.000 hingga Rp4.000 per buah, angka itu sudah membuat kami senang,” ungkap Wardi.

Kenaikan harga kelapa ke angka ideal diyakini tidak hanya akan menyejahterakan para petani, tetapi juga mampu menggaairahkan kembali sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis olahan kelapa di wilayah perbatasan ini.

Seharusnya pemerintah daerah melalui dinas terkait dapat turun tangan memantau rantai distribusi pasar, mencari solusi konkret, serta membuka akses pasar yang lebih luas agar harga kelapa lokal Natuna kembali bergairah. (SS#)

Sumber: ZANI

Sudirman Satyananda

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x