x

Tak Main-main! TNI AL Siap Sikat Pelaku Bom Ikan di Pulau Tiga dan Midai

waktu baca 2 menit
Rabu, 15 Apr 2026 09:18 291 Redaksi Dua

Focusitm.news | 15 April 2026

Natuna – TNI Angkatan Laut menunjukkan sikap tegas terhadap dugaan praktik pengeboman ikan yang terjadi di perairan Pulau Tiga dan Midai, Kabupaten Natuna. Aksi ilegal yang sempat viral ini dinilai sebagai ancaman serius terhadap kelestarian ekosistem laut dan keberlanjutan mata pencaharian nelayan.

Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Ranai, Kolonel Laut (P) Ady Dharmawan, memastikan pihaknya tidak akan tinggal diam dan siap mengambil langkah tegas terhadap para pelaku.

Dalam waktu dekat kami akan turun langsung ke lokasi. Pengawasan akan diperketat dan setiap pelanggaran akan kami tindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya saat diwawancarai melalui sambungan telepon, Selasa (15/4/2026).

Menurutnya, praktik penangkapan ikan menggunakan bahan peledak merupakan tindakan ilegal yang tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga berdampak destruktif terhadap lingkungan laut, khususnya terumbu karang yang membutuhkan waktu lama untuk pulih.

Ia menambahkan, Lanal Ranai akan meningkatkan patroli di wilayah-wilayah rawan serta memperkuat pengawasan guna mencegah praktik serupa kembali terjadi.

Ini tidak bisa dibiarkan. Kami akan tingkatkan patroli dan koordinasi dengan instansi terkait agar wilayah perairan Natuna tetap aman dan lestari,” ujarnya.

Dugaan pengeboman ikan tersebut terjadi di perairan Pulau Tiga dan Midai, yang dikenal sebagai kawasan dengan potensi sumber daya kelautan yang tinggi di Kabupaten Natuna.

Sementara itu, aktivis dan pemerhati kelautan, Aprizal, turut angkat suara dan mendukung langkah tegas TNI AL.

Pengeboman ikan ini dampaknya sangat besar, terutama terhadap terumbu karang dan ekosistem laut. Jika tidak dihentikan, generasi mendatang yang akan menanggung akibatnya,” ujarnya.

Aprizal juga menegaskan bahwa praktik tersebut tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam keberlangsungan ekonomi nelayan dalam jangka panjang.

Ia mendorong adanya pengawasan terpadu yang melibatkan masyarakat, aparat penegak hukum, serta instansi terkait agar praktik ilegal tersebut dapat dihentikan secara menyeluruh.

Harus ada sinergi semua pihak. Tidak cukup hanya aparat, masyarakat juga harus ikut mengawasi agar kejadian seperti ini tidak terus berulang,” tambahnya.

TNI Angkatan Laut melalui Lanal Ranai menyatakan komitmennya untuk terus menjaga keamanan dan kelestarian wilayah perairan Natuna, serta memastikan setiap pelanggaran hukum di laut dapat ditindak secara tegas. (SS#)

Sumber: Baharulazzi – IWOINATUNA

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x