MENU Kamis, 05 Mar 2026
x

Pergantian Jabatan Kapolresta Barelang Dinilai Memperkuat Dugaan Keterkaitan Elite Politik Kepri dengan Kasus Dua Kontainer

waktu baca 3 menit
Senin, 22 Des 2025 02:55 39 Redaksi Dua

Focusitm.news | Batam – Isu pergantian jabatan Kapolresta Barelang yang belakangan ramai diperbincangkan publik dinilai memunculkan tanda tanya besar. Sejumlah pihak menilai penggiringan opini yang dilakukan oleh beberapa petinggi Partai Gerindra Kepulauan Riau terkesan dipaksakan dan dimanfaatkan dalam momentum tertentu, sebagaimana diberitakan oleh sejumlah media daring pada Sabtu (19/12/2025).

Alih-alih meredakan polemik, wacana pencopotan dan pergantian Kapolresta Barelang justru kembali menyeret perhatian publik pada kasus penangkapan dua kontainer yang hingga kini masih dalam proses penanganan oleh Polresta Barelang. Dalam perkara tersebut, Kapolresta Barelang diketahui turun langsung memimpin proses penyelidikan sebagai bentuk keseriusan penegakan hukum.

Ketua Umum Kader Muda Indonesia (KMI) Kepulauan Riau, Galvaridho A.P., S.H., M.Sc., menilai bahwa kasus dua kontainer yang sempat menghebohkan masyarakat Batam menyisakan berbagai indikasi yang mengarah pada dugaan keterlibatan figur tertentu dari kalangan elite politik daerah.

Galvaridho mengungkapkan bahwa dalam pemberitaan di sejumlah media, beredar rekaman video dan suara yang menyebutkan inisial “IS” dengan potongan kalimat “ini punya ketua IS”. Penyebutan tersebut, menurutnya, memicu spekulasi di tengah masyarakat karena inisial tersebut identik dengan salah satu tokoh politik di Kepulauan Riau.

Ia menegaskan bahwa meskipun belum terdapat kepastian hukum terkait dugaan tersebut, narasi yang beredar telah berkembang liar akibat minimnya klarifikasi terbuka dari pihak-pihak yang disebut-sebut dalam pemberitaan.

Menurut Galvaridho, ketidakjelasan sikap dan absennya pernyataan resmi dari pihak terkait justru memperbesar ruang spekulasi di tengah publik. Ia menilai, apabila memang tidak ada keterkaitan, klarifikasi secara terbuka melalui media seharusnya dilakukan sejak awal untuk meredam persepsi negatif.

Lebih lanjut, Galvaridho menyampaikan bahwa kondisi tersebut kemudian memunculkan dugaan adanya kaitan antara pergantian Kapolresta Barelang dengan penanganan kasus dua kontainer tersebut. Dugaan itu semakin menguat setelah adanya pernyataan dan seruan pencopotan Kapolresta Barelang yang disampaikan oleh sejumlah petinggi Partai Gerindra dalam pertemuan di kantor partai di kawasan Batam Center.

Ia juga menilai bahwa seruan pencopotan tersebut tidak memiliki dasar yang kuat dan cenderung mengada-ada. Pasalnya, tidak terdapat bukti yang menunjukkan Kapolresta Barelang terlibat atau menjadi pihak yang menginisiasi aksi unjuk rasa yang sempat disorot sebelumnya.

Galvaridho menegaskan bahwa fakta di lapangan menunjukkan aksi tersebut berlangsung dengan tertib, damai, dan berada dalam pengamanan aparat kepolisian tanpa adanya tindakan anarkis. Oleh karena itu, ia mempertanyakan motif di balik munculnya seruan tersebut.

Menurutnya, publik patut menduga bahwa persoalan ini tidak semata-mata berkaitan dengan isu perizinan unjuk rasa, melainkan berpotensi memiliki hubungan dengan kasus dua kontainer yang tengah ditangani oleh Polresta Barelang.

Hingga saat ini, isu tersebut masih menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat Batam. Wacana pencopotan dan pergantian jabatan Kapolresta Barelang justru dinilai memperkuat dugaan publik terkait kemungkinan adanya keterkaitan oknum elite politik Kepulauan Riau dengan kasus dua kontainer yang masih dalam proses penegakan hukum. (NSH)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x