x

🚨 NEGARA “TERTIDUR”? PRODUKSI ROKOK MASIF DI BATAM DIDUGA BERJALAN LAMA, CUKAI HAMPIR Rp1 MILIAR PER HARI TERANCAM HILANG

waktu baca 4 menit
Sabtu, 4 Apr 2026 21:59 59 Redaksi Dua

Focusitm.news | 4 April 2026

Batam, FocusITM.News —  Aktivitas produksi rokok dalam skala besar di kawasan Executive Industri Park, Batam Center , memicu perhatian serius publik setelah muncul indikasi kebocoran penerimaan negara dari sektor cukai dalam jumlah signifikan.

Kawasan Executive Industri Park Batam Center

Tempat produksi rokok ilegal

Informasi yang diperoleh menyebutkan adanya aktivitas produksi rokok merek HD, T3, dan OFFO yang berlangsung secara intensif di dalam kawasan Executive Industri Park dengan sistem operasional yang sangat tertutup.

Sejumlah sumber internal menggambarkan kondisi area produksi yang sulit diakses informasi, dengan pengawasan ketat terhadap pekerja dan arus keluar masuk.

Aktivitas Produksi Berjalan Intensif. Berdasarkan informasi awal: Produksi berlangsung dalam beberapa shift, Menggunakan sejumlah mesin produksi dan Kapasitas mencapai ratusan ribu bungkus per hari seperti terlihat dari video yang diperoleh.

Skala tersebut adalah aktivitas industri besar yang berjalan secara kontinu. Kerugian Negara Mencapai Ratusan Juta per Hari Dengan asumsi rata-rata cukai rokok sekitar Rp1.500 per bungkus, estimasi kebocoran penerimaan negara antara lain:

± Rp912 juta per hari

± Rp27 miliar per bulan

Angka ini masih bersifat estimasi awal berdasarkan kapasitas produksi yang berlangsung. *Pertanyaannya adalah kemana uang ini mengalir dan siapa saja yang menikmati nya.*

Sistem Operasional Tertutup Jadi Sorotan.

Sumber menyebutkan bahwa: Pekerja tidak diperbolehkan membawa perangkat komunikasi, Akses keluar-masuk dijaga ketat, Informasi dari dalam kawasan sangat terbatas. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan terkait transparansi operasional di kawasan industri resmi.

Sejumlah pihak mendesak aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk segera melakukan: Investigasi menyeluruh, melakukan Audit kepatuhan industri, menelusuri distribusi produk, yang mana produkai ini sudah berlangsung bertahun – tahun, sebelum Covid melanda Indonesia.

Dari Tim Redaksi FocusITM News:

Jika Ini Terjadi Bertahun-Tahun, Lalu Negara Ke Mana? Dugaan Produksi Rokok Tertutup di Batam dan Bayang-Bayang Krisis Pengawasan

Ada satu pertanyaan yang tidak bisa dihindari ketika sebuah aktivitas produksi berskala besar diduga berjalan lama di ruang tertutup:

Apakah negara tidak melihat, tidak mampu melihat, atau terlambat melihat?

Dari kawasan Executive Industrial Park, Batam Center, indikasi produksi rokok dalam jumlah masif—yang diperkirakan mencapai ratusan ribu bungkus per hari—muncul ke permukaan.

Bukan hanya skalanya yang besar, tetapi juga cara operasinya yang senyap.

Industri Besar, Jejak yang Seharusnya Terlihat

Dalam logika industri, produksi dengan kapasitas tinggi tidak pernah benar-benar “sunyi”.

Ada rantai yang pasti terbentuk:

pasokan bahan baku

distribusi hasil produksi

pergerakan tenaga kerja

konsumsi energi dalam jumlah besar

Artinya, jika aktivitas ini benar berlangsung lama, maka jejaknya secara sistem seharusnya terdeteksi dalam ekosistem pengawasan.

Di sinilah pertanyaan menjadi semakin tajam:

Bagaimana sebuah aktivitas sebesar ini bisa diduga berjalan tanpa respons terbuka?

Sistem Tertutup: Efisiensi atau Upaya Menghindari Sorotan?

Temuan awal menunjukkan pola operasional yang tidak lazim untuk industri terbuka: Pekerja tanpa akses komunikasi, Kontrol ketat keluar-masuk area, Minimnya akses informasi dari dalam kawasan. Model seperti ini dalam banyak kasus bukan hanya soal manajemen internal, tetapi seringkali berkaitan dengan pengendalian informasi. Apakah ini sekadar kebijakan internal? Atau bagian dari upaya menjaga aktivitas tetap berada di luar radar publik?

Angka yang Tidak Bisa Dianggap Remeh

Estimasi potensi kebocoran cukai:

± Rp912 juta per hari

± Rp27 miliar per bulan

Jika dikalkulasikan dalam jangka panjang, maka nilainya berpotensi menjadi sangat signifikan. Namun persoalan utamanya bukan hanya nominal. Ini tentang apakah sistem negara mampu menjaga apa yang seharusnya menjadi hak publik.

Antara Celah Sistem dan Tanggung JawabPengawasan

Jika dugaan ini benar telah berlangsung sejak sebelum pandemi, maka ada dua kemungkinan yang patut diuji:

Celah dalam sistem pengawasan dan Keterlambatan respons terhadap aktivitas yang berkembang secara bertahap. Keduanya sama-sama mengarah pada satu hal: perlunya evaluasi serius terhadap efektivitas pengawasan industri dan cukai. Karena dalam sistem yang sehat, aktivitas berskala besar tidak seharusnya tumbuh tanpa terdeteksi secara dini.

Krisis yang Lebih Besar dari Sekadar Kasus.

Kasus ini berpotensi melampaui dugaan pelanggaran industri. Ia menyentuh isu yang lebih mendasar: Kepercayaan publik terhadap pengawasan negara, Kredibilitas sistem pengendalian industri Ketegasan dalam menindak potensi kerugian negara. Jika tidak ditangani secara transparan dan cepat, maka yang tergerus bukan hanya penerimaan negara, tetapi juga legitimasi sistem pengawasan itu sendiri. Saatnya Negara Menjawab, Bukan Sekadar Mengamati. Dalam situasi seperti ini, publik tidak menunggu narasi—publik menunggu tindakan.

Langkah yang dibutuhkan bukan hanya klarifikasi, tetapi:

investigasi terbuka dan menyeluruh, audit lintas lembaga dan transparansi hasil kepada publik. Karena pada akhirnya, negara diukur bukan dari apa yang dikatakan, tetapi dari apa yang dilakukan.

⚠️ Catatan Redaksi

Pemberitaan ini merupakan temuan awal berbasis informasi lapangan dan dokumentasi yang masih dalam tahap verifikasi.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait. Tampak nya pengawasan dari pihak terkait agak lemah sehingga pelanggaran yang jelas jelas merugikan negara menemukan jalannya.

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x